Kamis, 19 Januari 2012

MATERI PELAJARAN : IPS SD KELAS 4 SEMESTER I : PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT


STANDAR KOMPETENSI:
Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi

KOMPETENSI DASAR:
Menghargai berbagai peninggalan sejarah di Iingkungan setempat (kabupaten/kota provinsi) dan menjaga kelestarianya

INDIKATOR:
● Mencatat peninggalan-peninggalan sejarah di Iingkungan setempat
● Mengumpulkan informasi tentang asal-usul nama suatu tempat dan berbagai sumber
● Mengelompokkan jenis-jenis dan ciri-ciri peninggalan bersejarah di Iingkungan setempat
● Menceritakan peninggalan bersejarah yang ada di lingkungan setempat
● Menjelaskan cara menjaga kelestarian peninggalan sejarah
● Mengadakan kunjungan ke tempat bersejarah
● Membuat laporan hasil kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Iingkungan setempat



 PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT

A.    Peninggalan Sejarah

            Sejarah adalah cerita tentang kehidupan yang benar-benar terjadi di masa lalu. Sedangkan peninggalan sejarah artinya warisan masa lampau yang mempuanyai nilai sejarah. Ada bermacam-macam bentuk peninggalan sejarah. Peninggalan sejarah bisa berupa fosil, peralatan dari masa lampau, prasati, patung, bangunan, naskah, dan cerita atau hikayat.

1.      Fosil, yaitu sisa-sisa tulang belulang manusia dan hewan atau tumbuhan yang membatu. Tulang belulang dan sisa-sisa tumbuhan itu berasal dari masa purba. Mereka tertanam di lapisan tanah. Umumnya fosil-fosil ini sudah berumur jutaan tahun. Dari fosil-fosil itu kita bisa mengetahui kehidupan pada zaman purba. Contoh: Fosil tengkorak manusia purba di Sangiran Jawa Tengah yang ditemukan oleh E. Dubois.

2.      Peralatan dari zaman dulu.
Ada banyak peninggalan berupa peralatan yang dipakai pada zaman dulu. Peralatan ini digunakan untuk berburu, menangkap ikan, dan bertani.Ada yang terbuat dari logam, tulang dan batu.

3.      Prasasti, yaitu tulisan-tulisan dari masa lampau.
Tulisan ini ditulis pada batu emas, perunggu, tembaga, tanah liat atau tanduk binatang.Prasasti ini biasanya berisi cerita tentang suatu kerajaan. Contohnya: Prasasti Yupa, Prasasti Kedukan Bukit.

4.      Patung (Arca).
Kebanyakan patung atau arca ini berasal dari kerajaan Hindu dan Budha. Bentuk Patung itu bermacam-macam. Ada patung dewa-dewa, ada patung Budha, ada patung yang berupa binatang dan lain-lain. Patung-patung itu terbuat dari batu, perunggu, atau bahkan emas.

5.      Bangunan.
Bangunan yang bernilai sejarah antara lain:
-          Candi, adalah bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu.
Candi didirikan sebagai tempat untuk melaksanakan upacara keagamaan. Contohnya: Candi Borobudur, Candi Prambanan.
-          Gedung, adalah suatu bangunan rumah.
Banyak gedung yang mempunyai nilai sejarah. Contonya: Gedung Stovia, Gedung Soempah Pemuda.
-          Tempat ibadat.
Contoh tempat ibadat yang mempunyai nilai sejarah adalah Masjid Demak Jawa Tengah,.Gereja Katedral Jakarta.
-          Benteng, yaitu bangunan yang dipergunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh.
Benteng-benteng yang ada di Indonesia umumnya peninggalan Belanda, Portugis, dan Spanyol. Contoh: Benteng Vredeburg di Yogyakarta, Benteng Duurstede di Maluku.
-          Istana.
Di Indonesia banyak istana yang bernilai seejarah, misalnya Keraton Yogyakarta, Istana Negara, Istana Bogor.
-          Tugu/monument adalah suatu bentuk bangunan yang didirikan untuk memperingati suatu peristiwa. Peristiwa itu dianggap penting atau bersejarah. Misalnya: Monumen Yogja Kembali, Monas.
-          Makam.
Makam yang mempunyai nilai sejarah adalah tempat dikuburkannya tokoh-tokoh penting dalam sejarah. Misalnya: makam Diponegoro di Manado, Makam Bung Karno di Blitar.

6.      Naskah/tulisan kuno.
Contoh peninggalan sejarah berbentuk naskah/tulisan adalah kitab dan dokumen-dokumen penting.Misalnya: Naskah Supersemar, naskah Proklamasi, Kitab Mahabarata.

A.    Mengenal Sejarah Terjadinya Suatu Tempat dan Daerah

            Cerita tentang terjadinya suatu tempat atau daerah ada yang bersifat nyata. Maksudnya kejadian yang diceritakan memang terjadi. Namun ada juga yang berupa dongeng, yang tidak nyata. Maksudnya terjadinyanya suatu tempat atau daerah tidak seperti yang diceritakan. Ada beberapa cerita rakyat. Misalnya: legenda, mitos, dongeng, fable, dan sage. Bentuk-bentuk cerita ini mengisahkan terjadinya suatu tempat secara tidak nyata. Legenda tidak diaggap suci karena tidak ada tokoh dewa. Bentuk-bentuk cerita rakyat dan sejarah terjadinya suatu daerah yaitu:

1.      Legenda, yaitu cerita terjadinya suatu tempat. Banyak masyarakat yang percaya cerita itu benar-benar terjadi.
Contoh legenda antara lain:
a.       Cerita terjadinya Gunung Tangkupan Perahu di Jawa Barat.
b.      Cerita asal-usul nama Banyuwangi di Jawa Tengah.
c.       Cerita terjadinya Rawa Pening di Jawa Tengah.

2.      Mitos, yaitu cerita yang dipercaya benar-benar terjadi, dianggap suci, dan memiliki tokoh, dewa.
Contohnya: asal usul Prambanan, asal usul Selat Bali.

3.      Dongeng, adalah cerita yang tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Biasanya berupa cerita tentang keajaiban atau kesaktian.
Misalnya dongeng Joko Tarub, Timun Emas, Bawang Merah dan Bawang Putih.

4.      Fabel
Fabel termasuk cerita rakyat yang berisi pendidikan moral. Biasanya bercerita tentang kehidupan hewan atau binatang. Dalam fable hewan bisa berbicara seperti manusia.

5.      Sage, adalah cerita rakyat tentang tokoh kepahlawanan. Cerita seperti ini banyak beredar di masyarakat tetapi sumbernya sulit ditemukan. Biasanya merupakan sumber lisan.

B.     Menghargai Peninggalan Sejarah

      Beberapa bentuk penghargaan terhadap benda-benda peninggalan sejarah, antar lain.
1.      Merawat dan menjaga benda-benda peninggalan sejarah. Ini merupakan tugas kita semua. Tetapi penanggung jawab utamanya adalah Negara.

Cara merawat dan menjaga antara lain sebagai berikut:
a.       Menjaga keutuhan benda-benda peninggalan sejarah.
b.      Tidak mencoret-coret dan membuat kotor benda-benda peninggalan sejarah.
c.       Tidak mengambil dan memperjualbelikan benda-benda peninggalan sejarah sebagai barang antic.
d.      Melakukan pemugaran dengan tidak meninggalkan bentuk aslinya.

2.      Mengunjungi tempat-tempat peninggalaln sejarah seperti candi, makam pahlawan, monumen dan lain-lain.

3.      Menggunakan benda-benda peninggalan sejarah secara benar.

C.    Manfaat menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah

            Beberapa manfaat yang didapat dari menjaga kelestarian peninggalan sejarah antara lain yaitu:
1.      Memperkaya khasanah kebudayaan bangsa Indonesia,
2.      Menambah pendapatan Negara karena digunakan sebagai obyek wisata,
3.      Menyelamatkan keberadaan benda peninggalan sejarah, sehingga dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang, serta
4.      Membantu dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan untuk obyek penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar